Dian puspitasari k
1171040103
a.
Introduction
Prespektif remaja dari zaman
-
Masa yunani kuno, plato dan
aristosteles membuat pernyataan tentang hakikat remaja, dalam bukanya the
republic (abad keempat sebelum masehi) plato menjelaskan ada 3 fase
perkembangan manusia yakni keinginan, semangat dan nalar yang dimiliki manusia
ketika menginjak usia remaja. Aristosteles menyebutkan hal tepenting dalam masa
remaja adalah pembentukan kemauan unutk memilih. Ia percaya bahwa pada
permulaan masa remaja adalah inidividu yang tidak stabil dan tidak sabar.
Karena kurang adanya control diri dari seseorang yang matang. Dan contol diri
tersebut pada usia 21tahun.
-
Jaman pertengahan dan masa
pencerahan, pandangan masyarakat berubah pada pada masa ini.pada zaman ini anak
dianggap miniature orang dewasa. Anak dan remaja dianggap mempunyai minat yang
sama seperti orang dewasa, pada abad ke 18 jean Jacques dan rousseau
berkeyakinan bahwa anak tidak sama dengan orang dewasa. Kemudian ia membagi ke
dalam 4 tahap perkembangnan.
-
Remaja pada masa permulaaan
republic, pada masa ini kebanyakan anak laki – laki magang dalam pekerjaan yang
menyita sebagian besar waktu mereka. Sebagian sudah mulai magang pada usia 12
tahun, sebagian lagi pada usia 16/17tahun. Sbagian anak lainnya bahkan
meninggalkan rumah untuk menjadi pembntu pada usia 8/9tahun.
-
Menjelang jaman remaja 1840 –
1900, pada masa ini terdapat kesenjangan ekonomi antara remaja kelas rendah
dengan remaja kelas menengah keatas. Orang tua dari kalangan rendah memilih
orientasi pengasuhan anak yang
memungkinkan anaknya mendapat pekerjaan. Yang mengakibatkan remaja menjadi
pasif dan tunduk pada aturan masyarakat. Kemudian revolusi industry menciptakan
pekerjaan baru tetapi dengan itu, remaja harus bersekolah lebih lama, orang tua
menunda pemuasan kebutuhan dan mendorong tingkah laku mengekang diri, karena
merasa bahwa dengan bersekolah lebih tingginantinya remaja akan mendapatkan
pengahasilan lebi besar.
-
Peralihan abad, antara 1890 dan
1920 sejumlah psikolog , pembaharu kota, pendidik, orang yang bekerja dengan
pemuda , dan konselor mulai membentuk konsep remaja. Mulai mengembangkan norma
tingkah laku bagi remaja.
-
Pada abad ke- 20, remaja
mendapatkan status lebih baik dalam masyarakat sekaligus melalui perubahan yang
kompleks.
2. Santrock (2003: 26) bahwa adolescene diartikan
sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang
mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21
tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 –
15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 –
21 tahun = masa remaja akhir. Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono
membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12
tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun,
dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006: 192)
3. Adapun tugas-tugas perkembangan remaja
menurut Menurut havighurst (dlam helms dan turner 1995; sudirman ,1982) yakni
a. menyusuaikan diri dengan perubahan fisiologis
– psikologis. Diketahui perubahan psikologis individu, mempengaruhi pola
prilakunya. Di satu sisi lain ia harus dapat memenuhi kebutuhan dorongan
biologis (seksual), namun bila di penuhi hal ini akan melanggar norma norma yang
ada. Dari sisi penampilan fisik remaja sudah seperti orang dewasa. Oleh karena
itulah remaja dituntut untuk dapaat menyusaikan diri dengan baik.
b. Belajar bersosialisasi sebagai seorang laki
laki dan perempuan, dalam hal ini seorang remaja diharapkan dapat bergaul dan
menjalin hubungan dengan individu lain yang berbeda jenis kelamin,tanpa
menimbulkan efek samping yang negative. Pergaulan ini penting guna untuk
mempersiapkan diri memasuki kehidupan pernikahan nanti.
c. Memperoleh kebebasan secara emosional dari
orang tua dan orang dewasa lain, ketika sudah menginjak remaja, individu
mempunyai pergaulan yang lebih luas dibandingkan dengan masa kanak kanak. Hal
ini menunjukkan bahwa remaja tidak lagi bergantun pada orang tua. Bahkan mereka
menghabiskan sebagian waktunya bersama teman temannya dibandingkan kehidupan
remaja.
d. Remaja bertugas untuk menjadi warga Negara
yang bertanggung jawab, untuk dapat mewujudkan tugas ini,umumnya remaja
berusaha mempersiapakan diri dengan menempuh pendidikan formal maupun non formal
agar memiliki taaraf ilmu penngetahuan , keterampilan /keahlian yang
frofesional.
e. Memperoleh kemandirian dan kepastian secara
ekonomis, tujuan utama individu melakukan persiapan diri dengan menguasai ilmu
dan keahlian tersebut.ialah dapat bekerja sesuai dengan bidang keahlian dan
memperoleh penghasilan yang layak sehingga menghidupi dirinya sendiri maupun
keluarganya nanti.
4. minat dan perilaku pada remaja seperti :
a.
Minat rekreasi , selama masa remaja cender ung
menghentikan aktifitas rekreasi yang menuntut banysk pengorbanan tenaga dan
berhenti dari perkembangan kesukaan akan rekreasi yang didalamnya ia bertindak sebagai
pengalaman yang pasif . pada awal masa remaja , aktifitas permainan dari tahun
tahun sebelumnya beralih dan dig anti dengan bentuk rekreasi yang baru dan
lebih matang.
b.
Minat social, minat yang bersifar social
bergantung pada kesempatan yang diperoleh remaja untuk mengembangkan minat
tersebut dan kepopulerannya dalam kelompok. Seorang remaja yang berstatus
social ekonomis keluarga rendah misalnya mempunyai sedikit waktu untuk
mengembangkan minatnya pada pesta dansa dibandingkan dengan remaja latar
belakang social ekonomi lebih baik. Remaja yang tidak popular mempunyai minat
social yang terbatas.
c.
Minat – minat pribadi, minat pada diri sendiri
merupakan minat yang terkuak di kalangan kawula muda. Adapun sebab sebabnya
adalah bahwa mereka sadar bahwa dukungsn social besar dipengaruhi oleh
penampilan diri dan mengetahui kelompok social menilai diri mereka berdasarkan
benda benda yang dimiliki, kemandirian, sekolah keanggotaan social, dan banyak
uang yang dibelanjakan. Ini adalah symbol status yang mengangkat wibawa remaja
diantara rekan rekan sebaya.
d.
Minat pendidikan, pada umumnya remaja muda
suka mengeluh tentang sekolah dan
tentang larangan larangan, pekerjaan rumah,kursus kursus wajib, dsb. Besarnya
minat pendidikan sangat bergantung pada minat mereka pada pekerjaan. Kalau
remaja mengharapkan pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi maka pendidikan
akan dianggap sebagai batu loncatan.
5. Masa puber adalah suatu tahap dalam
perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan
reproduksi. Pada tahap ini disertai dengan perubahan perubahan dalam
pertumbuhan somatif dan presfektif psikologis. merupakan suatu peralihan antara
masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 8 tahun sampai 21 tahun.
Pada anak perempuan, biasanya akan mengalami pubertas yang lebih dahulu
dibandingkan dengan anak laki-laki, yakni pada saat anak berusia 8 sampai 18
tahun.
Ciri-ciri masa puber anak gadis
akan mengalami perubahan yang merupakan ciri-ciri normal saat pubertas terjadi.
Antara lain pinggul yang mulai melebar ke samping, mulai mengalami menstruasi
pada usia 12 atau 13 tahun setiap bulan, tumbuhnya rambut di daerah ketiak dan
area genital. Dada yang semakin membesar serta perasaan tertarik terhadap lawan
jenis.
Pada anak laki-laki masa puber akan ditandai dengan suara yang
semakin nge-bass (membesar), tumbuhnya rambut di daerah ketiak dan kelamin,
munculnya kumis dan janggut, munculnya jakun pada tenggorokan dan timbulnya
perasaan tertarik pada lawan jenis. Mimpi basah yang merupakan ciri-ciri dari
masa puber juga akan dialami pada anak laki-laki.
B. Aspek
biologis remaja
1. hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin
yang dialirkan ke dalam peredaran dan mempengaruhi organ tertentu (organ
target).
Hormon-hormon
seks utama dapat dibedakan menjadi estrogen atau androgen. Kedua kelas hormon
ini ada pada pria dan wanita, namun dalam kadar yang berbeda. Kebanyakan pria
memproduksi 6-8 mg testosteron (sebuah androgen) per hari, dibandingkan dengan
kebanyakan wanita yang memproduksi 0,5 mg setiap hari. Estrogen juga ada pada
kedua jenis kelamin, namun dalam jumlah yang lebih besar pada wanita.
Hormon
perangsang pada pria yaitu yang mempengaruhi testis (buah zakar) pada remaja,
hormon perangsang pria merangsang testis memproduksi hormone testosterone dan
androgen serta sel sel benih laki laki (mspermatozoa)
Hormon
pengendali pada wanita yang mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk
memproduksi sel sel telur(ovum) dan hormone hormon estrogen dan progestrogen.
2.
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
|
Rambut
Tumbuh Rambut
diwajah dan ketiak akan muncul setelah rambut kemaluan hampir selesai.
Betambah gelap dan tebal.
|
Rambut
Rambut mulai
timbul setelah perubahan pinggul dan payudara. Semua rambut mula-mula lurus
dan terang warnanya, kemudian lebih subur, lebih kasar, lebih gelap dan agak
keriting
|
|
Kelenjar
Kelenjar lemak
mulai diproduksi lebih aktif sehingga mudah timbul jerawat dan kelenjar
keringat lebih banyak dikeluarkan.
|
Kelenjar
Kelenjar lemak
mulai diproduksi lebih aktif sehingga mudah timbul jerawat dan kelenjar
keringat lebih banyak dikeluarkan. Kusus perempuan keringat menjadi agak bau
ketika sedang haid.
|
|
Ejakulasi
(keluarnya air mani)
|
Haid
|
|
Suara
Suara berubah
setelah rambut kemaluan timbul. Suara serak, tinggi suara menurun volume
|
Suara
Suara menjadi
lebih penuh dan semakin lembut.
|
|
Benjolan dada
Benjolan dada
sudah mulai terlihat
|
Payudara
Perubahan
pinggul diikuti oleh perubahan payudara, puting susu membesar dan menonjol
dan karena berkembangnya kelenjar, payudara membesar dan lebih kuat
|
|
Kulit
Kulit menjadi
lebih kasar, tidak jernih, pori-pori membesar
|
Kulit
Kulit menjadi
lebih kasar, tidak jernih, pori-pori membesar
|
|
|
Pinggul
Pinggul menjadi lebar dan bulat sebagai akibat dari
pembesaran tulang pinggul dan lemak bawah kulit
|
3. Menarche adalah haid yang pertama kali datang. Haid adalah
perdarahan yang berasal dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungannya menunaikan
fungsinya, terjadi setiap bulan secara teratur pada seorang wanita dewasa yang
sehat dan tidak hamil. Haid merupakan ciri khas seorang wanita dimana terjadi
perubahan-perubahan siklik dari alat kandungannya sebagai persiapan kehamilan
Mimpi basah (emisi
nokturnal) adalah pengeluaran cairan semen (mani) Mimpi basah sering dialami oleh remaja laki-laki, yang sekaligus menjadi tanda bahwa ia telah memasuki masa pubertas. Hal ini bisa dipicu mimpi yang erotis maupun tidak, tergantung dari yang mengalami mimpi itu sendiri (khususnya
bila ia seorang pria dewasa). Pengeluaran ini dapat terjadi tanpa disertai ereksi atau ejakulasi. Semakin bertambahnya umur maka mimpi basah
ini semakin jarang dialami.
Mimpi basah tergantung dari respons fisik orang yang mengalami mimpi tadi. Peristiwa ini adalah mekanisme yang
alami akibat vesikula
seminalis (kantong
sperma) telah penuh dengan sperma yang dihasilkan oleh testis.Akibatnya kantong sperma yg telah penuh tidak bisa menampung lagi, dan
akhirnya dikeluarkan melalui penis pada saat seorang laki laki mengalami mimpi
basah.
C.
Perkembangan emosi
1.
Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan,
Karena anggapan bahwa remaja adalah
anak-anak yang tidak rapi, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak
maka remaja cenderung ragu dalam membuat keputusan dan mencari bantuan dalam
mengatasi masalanya yang menyebabkan orang dewasa
harus membimbing dan mengawasi.
2.
Menurut Stanley Hall, bahwa masa remaja
merupakan masa badai dan tekanan (storm
and stress) karena
1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan
dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan
pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang
tua.
5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi
pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan
tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7. Senang bereksperimentasi.
8. Senang bereksplorasi.
9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan
bualan.
10.
Kecenderungan
membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
3.
Kematangan
emosi dapat dikatakan sebagai sebagai suatu kondisi perasaan atau reaksi
perasaan yang stabil terhadap suatu objek permasalahan sehingga untuk mengambil
suatu keputusan atau bertingkah laku didasari dengan suatu pertimbangan dan
tidak mudah berubah – ubah dari satu suasana hati ke dalam suasana hati yang
lain (Hurlock, 2000).
Menurut Hurlock (2000), terdapat 3 ciri
dalam mendefinisikan kematangan emosi pada remaja, yaitu:
a.
Emosinya
tidak meledak – ledak dihadapan orang lain, melainkan menunggu saat dan tempat yang lebih tepat
untuk mengungkapkan emosinya dengan cara yang lebih dapat diterima.
b.
Menilai
situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional,
c.
Memiliki reaksi emosional yang stabil.
D.
Perkembangan
social
1.
Perkembangan
sosial remaja menurut erikson bahwa ditandai oleh tahap identitas ego vs
kebingungan peran. Remaja, fokus tahap kelima di grafik Erikson tentang siklus
hidup, dianggap sebagai sangat signifikan dalam perkembangan psikososial orang
tersebut. Tidak lagi seorang anak tapi belum dewasa (berusia antara 12 dan 20
tahun), remaja dihadapkan dengan berbagai tuntutan sosial dan perubahan peran
yang penting untuk memenuhi tantangan yang dihadapi dewasa Tugas mereka adalah
untuk mengkonsolidasikan semua pengetahuan mereka. telah mendapatkan tentang
diri mereka sendiri dan mengintegrasikan diri ini berbagai gambar menjadi
identitas pribadi yang menunjukkan kesadaran baik masa lalu dan masa depan yang
logis dari itu. Dalam penilaian Erikson, dasar bagi remaja sukses dan
pencapaian identitas terintegrasi berasal dari anak usia dini Kegagalan orang
muda untuk mengembangkan hasil identitas pribadi dalam apa Erikson telah
disebut ‘krisis identitas.. Krisis identitas atau kebingungan peran yang paling
sering ditandai oleh ketidakmampuan untuk memilih karir atau mengejar
pendidikan lebih lanjut.
2. Remaja
suka meniru model pujaaannya dikarenakan Gejala - gejala yang dialami anak pada
masa puber, yakni Kecenderungan untuk meniru. Anak yang mengalami puber tidak
terlepas dari kecenderungan untuk meniru. Karena hal ini merupakan bagian
pencarian jati dirinya. Biasanya hal-hal yang menjadi kesukaannya untuk ditiru
adalah mode pakaian dan kebiasaan bintang film yang menjadi idolanya.
Seringkali mereka meniru tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dimana mereka
tinggal, juga tanpa melihat kepribadiannya, sehingga kerap kali tingkah lakunya
menyimpang dari tatanan masyarakat yang sudah ada. Remaja usia ini sudah
memiliki penilaian sendiri, bahwa apabila tidak mengikuti tren baru, dia akan
dianggap sebagai orang yang kolot dan ketinggalan zaman. Kalau ada unsur
positif dalam tiru meniru, maka baik untuk perkembangan remaja. Tetapi meniru
yang negatif itulah yang paling banyak disukai remaja, seperti mengenakan rok
mini dan tembus pandang bagi anak perempuan, begitu juga dengan anak laki-laki
mereka suka keluar malam dan berpesta minum-minuman keras.
3. Perbedaan perkembangan social remaja awal dan remaja akhir yaitu
dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Remaja akhir lebih dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan
pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang dibandingkan
dengan remaja awal. Dengan demikian, seorang remaja mampu memperkirakan
konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan
dirinya. Tindakan antisipasi remaja akhir
adalah Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan
menyikapi kelebihan dirinya Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model
manusia yang diidamkan Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan
sikap teman-temannya Mengembangkan sikap-sikap pribadinya.
4.
empat jenis
identitas remaja yaitu
1. Identity diffusion – individu
yang belum mengalami krisis dan belum bisa membuat komitmen karena tidak
mempunyai minat, adalah ciri identitas remaja yang paling rendah bila di
bandingkan dengan identitas diri yang lain. Remaja pada kategori ini tidak
mempunyai komitmen unutuk dirinya sendiri, dan lingkungan sekitar juga tidak
memberikan komitmen tersebut, cenderung acuh tak acuh.
2. Identity fourclosusre – sudah
membuat komitmen tapi belum krisis. G Identitas remaja ini biasanya terjadi
pada anak yang selalu di arahkan. Misalnya anak dari seorang ustadz, anak ini
akan selalu di ingatkan untuk merujuk kejalan yang lurus – lurus saja, anak ini
di setting agar arah anak ini tidak berbelok kejalan yang salah, jadi dalam
dirinya merasa tidak bebas menetukan apa yang akan ia lakukan menurut
kemauannya sendiri. Misalanya ia mengkeluhkan kenapa seh harus shalat, puasa
dan sebagainya..
3. Identity moratorium – mas kritis,
belum memiliki komitmen dan kalaupun ada masih kabur. Adalah kebalikan dari
identity fourclosusre. Misalnya dia memiliki keinginan tentang hal hal yang ia
ingin lakukan, tetapi dalam lingkungannya tidak ada norma norma yang memberikan
pemahaman tentang hal tersebut. Baik buruknya perbuatan itu dilakukan.
4. Identity achievement – sudah
melewati masa kritis dan sudah membuat komitmen adalah identitas diri remaja
paling ideal, yaitu remaja memiliki komitmen dan kritis pada dirinya, contohnya
anak yang memiliki identitas ini misalnya “ saya ingin berkuliah di jurusan
matematika menurut ayah dan ibu bagaimana?”.dengan kata lain semua aspek
mendukung.
E.
Perkembangan seksual
1. hormon yang berperan dalam perkembangan sexual
remaja adalah yaitu pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif
dalam memproduksi dua jenis hormon gonadotrophins atau gonadotrophic hormones
yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu:
Follicle-Stimulating Hormone (FSH); dan
Luteinizing Hormone (LH). Pada anak perempuan, kedua hormon tersebut
merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan.
Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang
juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang
pertumbuhan testosterone. Anak perempuan akan mendapat menstruasi, sebagai
pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga
perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelaki mulai
memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan
dengan tumbuhnya hormon testosterone.
2. teori
psikologi seksual freud tentang seksualitas remaja yakni Menurut Freud, tahapan
perkembangan kepribadian manusia dapat dilihat secara seksual. manusia memiliki
naluri untuk memenuhi segala hasratnya, seperti hasrat untuk makan, minum, dan
berhubungan seksual. Dalam teori Psikoseksual, remaja (usia 11-18 tahun ke
atas) berada dalam tahapan fase genital. Fase genital merupakan fase di mana
terdapat kemunculan kembali dorongan seksual fase falik yang disalurkan kepada
kematangan seksualitas masa dewasa. Jika kita menggunakan paradigma ini, wajar
jika seks bebas marak di kalangan remaja. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa
selain id atau hasrat biologis manusia, manusia pun memiliki ego dan superego.
Ego merupakan sisi psikologis yang membuat manusia membatasi hasratnya untuk
memenuhi keinginannya, sedangkan superego adalah sisi sosial di mana manusia
terikat oleh norma-norma yang dapat mengendalikan id dalam diri individu.
3.
yang dapat mencengah perilaku seks bebas
1.
pendidikan seks education dari orang tua.
2.
Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua
dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
3.
Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap
media komunikasi.
4.
Menambah
kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga.
5.
Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang
berhubungan dengan kesehatan produksi.
6.
Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam
mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.
Referensi :
-
John W Santrock, adolescence edisi keenam, 2003
penerbit erlangga.
-
Sarlito W Sarwono, psikologi remaja , edisi
revisi 15,2012, rajawali pers
-
Agoes dariyo.psi, psikologi perkembangan
remaja,2004,ghalia Indonesia
-
Elizabeth B.Hurlock, psikologi perkembangan
edisi kelima, erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar