Rabu, 04 April 2012

tugas MID perkembagan remaja



Dian puspitasari k
1171040103
a.       Introduction
Prespektif remaja dari zaman
-          Masa yunani kuno, plato dan aristosteles membuat pernyataan tentang hakikat remaja, dalam bukanya the republic (abad keempat sebelum masehi) plato menjelaskan ada 3 fase perkembangan manusia yakni keinginan, semangat dan nalar yang dimiliki manusia ketika menginjak usia remaja. Aristosteles menyebutkan hal tepenting dalam masa remaja adalah pembentukan kemauan unutk memilih. Ia percaya bahwa pada permulaan masa remaja adalah inidividu yang tidak stabil dan tidak sabar. Karena kurang adanya control diri dari seseorang yang matang. Dan contol diri tersebut pada usia 21tahun.
-          Jaman pertengahan dan masa pencerahan, pandangan masyarakat berubah pada pada masa ini.pada zaman ini anak dianggap miniature orang dewasa. Anak dan remaja dianggap mempunyai minat yang sama seperti orang dewasa, pada abad ke 18 jean Jacques dan rousseau berkeyakinan bahwa anak tidak sama dengan orang dewasa. Kemudian ia membagi ke dalam 4 tahap perkembangnan.
-          Remaja pada masa permulaaan republic, pada masa ini kebanyakan anak laki – laki magang dalam pekerjaan yang menyita sebagian besar waktu mereka. Sebagian sudah mulai magang pada usia 12 tahun, sebagian lagi pada usia 16/17tahun. Sbagian anak lainnya bahkan meninggalkan rumah untuk menjadi pembntu pada usia 8/9tahun.
-          Menjelang jaman remaja 1840 – 1900, pada masa ini terdapat kesenjangan ekonomi antara remaja kelas rendah dengan remaja kelas menengah keatas. Orang tua dari kalangan rendah memilih orientasi pengasuhan anak  yang memungkinkan anaknya mendapat pekerjaan. Yang mengakibatkan remaja menjadi pasif dan tunduk pada aturan masyarakat. Kemudian revolusi industry menciptakan pekerjaan baru tetapi dengan itu, remaja harus bersekolah lebih lama, orang tua menunda pemuasan kebutuhan dan mendorong tingkah laku mengekang diri, karena merasa bahwa dengan bersekolah lebih tingginantinya remaja akan mendapatkan pengahasilan lebi besar.
-          Peralihan abad, antara 1890 dan 1920 sejumlah psikolog , pembaharu kota, pendidik, orang yang bekerja dengan pemuda , dan konselor mulai membentuk konsep remaja. Mulai mengembangkan norma tingkah laku bagi remaja.
-          Pada abad ke- 20, remaja mendapatkan status lebih baik dalam masyarakat sekaligus melalui perubahan yang kompleks.
2. Santrock (2003: 26) bahwa adolescene diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:  192)
3. Adapun tugas-tugas perkembangan remaja menurut Menurut havighurst (dlam helms dan turner 1995; sudirman ,1982) yakni
a.       menyusuaikan diri dengan perubahan fisiologis – psikologis. Diketahui perubahan psikologis individu, mempengaruhi pola prilakunya. Di satu sisi lain ia harus dapat memenuhi kebutuhan dorongan biologis (seksual), namun bila di penuhi hal ini akan melanggar norma norma yang ada. Dari sisi penampilan fisik remaja sudah seperti orang dewasa. Oleh karena itulah remaja dituntut untuk dapaat menyusaikan diri dengan baik.
b.      Belajar bersosialisasi sebagai seorang laki laki dan perempuan, dalam hal ini seorang remaja diharapkan dapat bergaul dan menjalin hubungan dengan individu lain yang berbeda jenis kelamin,tanpa menimbulkan efek samping yang negative. Pergaulan ini penting guna untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan pernikahan nanti.
c.       Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tua dan orang dewasa lain, ketika sudah menginjak remaja, individu mempunyai pergaulan yang lebih luas dibandingkan dengan masa kanak kanak. Hal ini menunjukkan bahwa remaja tidak lagi bergantun pada orang tua. Bahkan mereka menghabiskan sebagian waktunya bersama teman temannya dibandingkan kehidupan remaja.
d.      Remaja bertugas untuk menjadi warga Negara yang bertanggung jawab, untuk dapat mewujudkan tugas ini,umumnya remaja berusaha mempersiapakan diri dengan menempuh pendidikan formal maupun non formal agar memiliki taaraf ilmu penngetahuan , keterampilan /keahlian yang frofesional.
e.      Memperoleh kemandirian dan kepastian secara ekonomis, tujuan utama individu melakukan persiapan diri dengan menguasai ilmu dan keahlian tersebut.ialah dapat bekerja sesuai dengan bidang keahlian dan memperoleh penghasilan yang layak sehingga menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya nanti.

4. minat dan perilaku pada remaja seperti :
a.       Minat rekreasi , selama masa remaja cender ung menghentikan aktifitas rekreasi yang menuntut banysk pengorbanan tenaga dan berhenti dari perkembangan kesukaan akan rekreasi  yang didalamnya ia bertindak sebagai pengalaman yang pasif . pada awal masa remaja , aktifitas permainan dari tahun tahun sebelumnya beralih dan dig anti dengan bentuk rekreasi yang baru dan lebih matang.
b.      Minat social, minat yang bersifar social bergantung pada kesempatan yang diperoleh remaja untuk mengembangkan minat tersebut dan kepopulerannya dalam kelompok. Seorang remaja yang berstatus social ekonomis keluarga rendah misalnya mempunyai sedikit waktu untuk mengembangkan minatnya pada pesta dansa dibandingkan dengan remaja latar belakang social ekonomi lebih baik. Remaja yang tidak popular mempunyai minat social yang terbatas.
c.       Minat – minat pribadi, minat pada diri sendiri merupakan minat yang terkuak di kalangan kawula muda. Adapun sebab sebabnya adalah bahwa mereka sadar bahwa dukungsn social besar dipengaruhi oleh penampilan diri dan mengetahui kelompok social menilai diri mereka berdasarkan benda benda yang dimiliki, kemandirian, sekolah keanggotaan social, dan banyak uang yang dibelanjakan. Ini adalah symbol status yang mengangkat wibawa remaja diantara rekan rekan sebaya.
d.      Minat pendidikan, pada umumnya remaja muda suka mengeluh tentang  sekolah dan tentang larangan larangan, pekerjaan rumah,kursus kursus wajib, dsb. Besarnya minat pendidikan sangat bergantung pada minat mereka pada pekerjaan. Kalau remaja mengharapkan pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi maka pendidikan akan dianggap sebagai batu loncatan.

5. Masa puber adalah suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. Pada tahap ini disertai dengan perubahan perubahan dalam pertumbuhan somatif dan presfektif psikologis. merupakan suatu peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 8 tahun sampai 21 tahun. Pada anak perempuan, biasanya akan mengalami pubertas yang lebih dahulu dibandingkan dengan anak laki-laki, yakni pada saat anak berusia 8 sampai 18 tahun.

Ciri-ciri masa puber anak gadis akan mengalami perubahan yang merupakan ciri-ciri normal saat pubertas terjadi. Antara lain pinggul yang mulai melebar ke samping, mulai mengalami menstruasi pada usia 12 atau 13 tahun setiap bulan, tumbuhnya rambut di daerah ketiak dan area genital. Dada yang semakin membesar serta perasaan tertarik terhadap lawan jenis.

Pada anak laki-laki masa puber akan ditandai dengan suara yang semakin nge-bass (membesar), tumbuhnya rambut di daerah ketiak dan kelamin, munculnya kumis dan janggut, munculnya jakun pada tenggorokan dan timbulnya perasaan tertarik pada lawan jenis. Mimpi basah yang merupakan ciri-ciri dari masa puber juga akan dialami pada anak laki-laki.

B. Aspek biologis remaja
1. hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang dialirkan ke dalam peredaran dan mempengaruhi organ tertentu (organ target).
Hormon-hormon seks utama dapat dibedakan menjadi estrogen atau androgen. Kedua kelas hormon ini ada pada pria dan wanita, namun dalam kadar yang berbeda. Kebanyakan pria memproduksi 6-8 mg testosteron (sebuah androgen) per hari, dibandingkan dengan kebanyakan wanita yang memproduksi 0,5 mg setiap hari. Estrogen juga ada pada kedua jenis kelamin, namun dalam jumlah yang lebih besar pada wanita.
Hormon perangsang pada pria yaitu yang mempengaruhi testis (buah zakar) pada remaja, hormon perangsang pria merangsang testis memproduksi hormone testosterone dan androgen serta sel sel benih laki laki (mspermatozoa)
Hormon pengendali pada wanita yang mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk memproduksi sel sel telur(ovum) dan hormone hormon estrogen dan progestrogen.
2.
Laki-laki
Perempuan
Rambut
Tumbuh Rambut diwajah dan ketiak akan muncul setelah rambut kemaluan hampir selesai. Betambah gelap dan tebal.
Rambut
Rambut mulai timbul setelah perubahan pinggul dan payudara. Semua rambut mula-mula lurus dan terang warnanya, kemudian lebih subur, lebih kasar, lebih gelap dan agak keriting
Kelenjar
Kelenjar lemak mulai diproduksi lebih aktif sehingga mudah timbul jerawat dan kelenjar keringat lebih banyak dikeluarkan.
Kelenjar
Kelenjar lemak mulai diproduksi lebih aktif sehingga mudah timbul jerawat dan kelenjar keringat lebih banyak dikeluarkan. Kusus perempuan keringat menjadi agak bau ketika sedang haid.
Ejakulasi (keluarnya air mani)
Haid
Suara
Suara berubah setelah rambut kemaluan timbul. Suara serak, tinggi suara menurun volume
Suara
Suara menjadi lebih penuh dan semakin lembut.
Benjolan dada
Benjolan dada sudah mulai terlihat
Payudara
Perubahan pinggul diikuti oleh perubahan payudara, puting susu membesar dan menonjol dan karena berkembangnya kelenjar, payudara membesar dan lebih kuat
Kulit
Kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, pori-pori membesar
Kulit
Kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, pori-pori membesar

Pinggul
Pinggul menjadi lebar dan bulat sebagai akibat dari pembesaran tulang pinggul dan lemak bawah kulit

3. Menarche adalah haid yang pertama kali datang. Haid adalah perdarahan yang berasal dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungannya menunaikan fungsinya, terjadi setiap bulan secara teratur pada seorang wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil. Haid merupakan ciri khas seorang wanita dimana terjadi perubahan-perubahan siklik dari alat kandungannya sebagai persiapan kehamilan
Mimpi basah (emisi nokturnal) adalah pengeluaran cairan semen (mani) Mimpi basah sering dialami oleh remaja laki-laki, yang sekaligus menjadi tanda bahwa ia telah memasuki masa pubertas. Hal ini bisa dipicu mimpi yang erotis maupun tidak, tergantung dari yang mengalami mimpi itu sendiri (khususnya bila ia seorang pria dewasa). Pengeluaran ini dapat terjadi tanpa disertai ereksi atau ejakulasi. Semakin bertambahnya umur maka mimpi basah ini semakin jarang dialami.
Mimpi basah tergantung dari respons fisik orang yang mengalami mimpi tadi. Peristiwa ini adalah mekanisme yang alami akibat vesikula seminalis (kantong sperma) telah penuh dengan sperma yang dihasilkan oleh testis.Akibatnya kantong sperma yg telah penuh tidak bisa menampung lagi, dan akhirnya dikeluarkan melalui penis pada saat seorang laki laki mengalami mimpi basah.

C.         Perkembangan emosi
1.       Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan, Karena anggapan bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapi, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak maka remaja cenderung ragu dalam membuat keputusan dan mencari bantuan dalam mengatasi masalanya yang menyebabkan orang dewasa harus membimbing dan mengawasi.

2.       Menurut Stanley Hall, bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) karena
1.       Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2.       Ketidakstabilan emosi.
3.       Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4.       Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5.       Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6.       Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7.       Senang bereksperimentasi.
8.       Senang bereksplorasi.
9.       Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10.  Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

3.       Kematangan emosi dapat dikatakan sebagai sebagai suatu kondisi pe­rasaan atau reak­si perasaan yang stabil terhadap suatu objek permasalahan se­hingga untuk mengam­bil suatu keputusan atau bertingkah laku didasari dengan suatu pertimbangan dan tidak mudah berubah – ubah dari satu suasana hati ke dalam suasana hati yang lain (Hurlock, 2000).
Menurut Hurlock (2000), terdapat 3 ciri dalam mendefinisikan kematangan emosi pada remaja, yaitu:
a.       Emosinya tidak meledak – ledak dihadapan orang lain, melain­kan menung­gu saat dan tem­pat yang lebih tepat untuk me­ngung­kapkan emosinya dengan cara yang lebih dapat diterima.
b.      Menilai situasi secara kri­tis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emo­sional,
c.        Memiliki reaksi emosional yang stabil.
D.      Perkembangan social
1.       Perkembangan sosial remaja menurut erikson bahwa ditandai oleh tahap identitas ego vs kebingungan peran. Remaja, fokus tahap kelima di grafik Erikson tentang siklus hidup, dianggap sebagai sangat signifikan dalam perkembangan psikososial orang tersebut. Tidak lagi seorang anak tapi belum dewasa (berusia antara 12 dan 20 tahun), remaja dihadapkan dengan berbagai tuntutan sosial dan perubahan peran yang penting untuk memenuhi tantangan yang dihadapi dewasa Tugas mereka adalah untuk mengkonsolidasikan semua pengetahuan mereka. telah mendapatkan tentang diri mereka sendiri dan mengintegrasikan diri ini berbagai gambar menjadi identitas pribadi yang menunjukkan kesadaran baik masa lalu dan masa depan yang logis dari itu. Dalam penilaian Erikson, dasar bagi remaja sukses dan pencapaian identitas terintegrasi berasal dari anak usia dini Kegagalan orang muda untuk mengembangkan hasil identitas pribadi dalam apa Erikson telah disebut ‘krisis identitas.. Krisis identitas atau kebingungan peran yang paling sering ditandai oleh ketidakmampuan untuk memilih karir atau mengejar pendidikan lebih lanjut.

2.       Remaja suka meniru model pujaaannya dikarenakan Gejala - gejala yang dialami anak pada masa puber, yakni Kecenderungan untuk meniru. Anak yang mengalami puber tidak terlepas dari kecenderungan untuk meniru. Karena hal ini merupakan bagian pencarian jati dirinya. Biasanya hal-hal yang menjadi kesukaannya untuk ditiru adalah mode pakaian dan kebiasaan bintang film yang menjadi idolanya. Seringkali mereka meniru tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dimana mereka tinggal, juga tanpa melihat kepribadiannya, sehingga kerap kali tingkah lakunya menyimpang dari tatanan masyarakat yang sudah ada. Remaja usia ini sudah memiliki penilaian sendiri, bahwa apabila tidak mengikuti tren baru, dia akan dianggap sebagai orang yang kolot dan ketinggalan zaman. Kalau ada unsur positif dalam tiru meniru, maka baik untuk perkembangan remaja. Tetapi meniru yang negatif itulah yang paling banyak disukai remaja, seperti mengenakan rok mini dan tembus pandang bagi anak perempuan, begitu juga dengan anak laki-laki mereka suka keluar malam dan berpesta minum-minuman keras.


3.       Perbedaan perkembangan social remaja awal dan remaja akhir yaitu dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Remaja akhir lebih  dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang dibandingkan dengan remaja awal. Dengan demikian, seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya. Tindakan antisipasi remaja akhir adalah Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan dirinya Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang diidamkan Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap teman-temannya Mengembangkan sikap-sikap pribadinya.

4.       empat jenis identitas remaja yaitu
1. Identity diffusion – individu yang belum mengalami krisis dan belum bisa membuat komitmen karena tidak mempunyai minat, adalah ciri identitas remaja yang paling rendah bila di bandingkan dengan identitas diri yang lain. Remaja pada kategori ini tidak mempunyai komitmen unutuk dirinya sendiri, dan lingkungan sekitar juga tidak memberikan komitmen tersebut, cenderung acuh tak acuh.
2. Identity fourclosusre – sudah membuat komitmen tapi belum krisis. G Identitas remaja ini biasanya terjadi pada anak yang selalu di arahkan. Misalnya anak dari seorang ustadz, anak ini akan selalu di ingatkan untuk merujuk kejalan yang lurus – lurus saja, anak ini di setting agar arah anak ini tidak berbelok kejalan yang salah, jadi dalam dirinya merasa tidak bebas menetukan apa yang akan ia lakukan menurut kemauannya sendiri. Misalanya ia mengkeluhkan kenapa seh harus shalat, puasa dan sebagainya..
3. Identity moratorium – mas kritis, belum memiliki komitmen dan kalaupun ada masih kabur. Adalah kebalikan dari identity fourclosusre. Misalnya dia memiliki keinginan tentang hal hal yang ia ingin lakukan, tetapi dalam lingkungannya tidak ada norma norma yang memberikan pemahaman tentang hal tersebut. Baik buruknya perbuatan itu dilakukan.
4. Identity achievement – sudah melewati masa kritis dan sudah membuat komitmen adalah identitas diri remaja paling ideal, yaitu remaja memiliki komitmen dan kritis pada dirinya, contohnya anak yang memiliki identitas ini misalnya “ saya ingin berkuliah di jurusan matematika menurut ayah dan ibu bagaimana?”.dengan kata lain semua aspek mendukung.
E. Perkembangan seksual
1. hormon yang berperan dalam perkembangan sexual remaja adalah yaitu pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon gonadotrophins atau gonadotrophic hormones yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu:  Follicle-Stimulating Hormone (FSH); dan  Luteinizing Hormone (LH). Pada anak perempuan, kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan.
Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Anak perempuan akan mendapat menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone.

2. teori psikologi seksual freud tentang seksualitas remaja yakni Menurut Freud, tahapan perkembangan kepribadian manusia dapat dilihat secara seksual. manusia memiliki naluri untuk memenuhi segala hasratnya, seperti hasrat untuk makan, minum, dan berhubungan seksual. Dalam teori Psikoseksual, remaja (usia 11-18 tahun ke atas) berada dalam tahapan fase genital. Fase genital merupakan fase di mana terdapat kemunculan kembali dorongan seksual fase falik yang disalurkan kepada kematangan seksualitas masa dewasa. Jika kita menggunakan paradigma ini, wajar jika seks bebas marak di kalangan remaja. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa selain id atau hasrat biologis manusia, manusia pun memiliki ego dan superego. Ego merupakan sisi psikologis yang membuat manusia membatasi hasratnya untuk memenuhi keinginannya, sedangkan superego adalah sisi sosial di mana manusia terikat oleh norma-norma yang dapat mengendalikan id dalam diri individu.

3. yang dapat mencengah perilaku seks bebas
1.       pendidikan seks education dari orang tua.
2.       Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
3.       Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi.
4.        Menambah kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga.
5.       Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi.
6.       Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.














Referensi :
-          John W Santrock, adolescence edisi keenam, 2003 penerbit erlangga.
-          Sarlito W Sarwono, psikologi remaja , edisi revisi 15,2012, rajawali pers
-          Agoes dariyo.psi, psikologi perkembangan remaja,2004,ghalia Indonesia
-          Elizabeth B.Hurlock, psikologi perkembangan edisi kelima, erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar